Analisis Pengembangan Kawasan Pertanian dan Komoditas Unggulan di Kabupaten Buton Selatan
DOI:
https://doi.org/10.46891/Kata Kunci:
Kawasan Pertanian, Komoditas Unggulan, Buton SelatanAbstrak
Wilayah Kabupaten Buton Selatan memiliki lahan yang sangat beragam, dengan topografi yang berbukit-bukit, dengan jenis tanah yang berkapur, laterit, dan vulkanis mempengaruhi pemanfaatan lahan pertanian dan tanaman hortikultura dalam upaya pengembangan kawasan pertanian dan komoditas unggulan masing-masing wilayah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemetaan kesesuaian lahan dari masing-masing wilayah Kecamatan Kabupaten Buton Selatan untuk analisis pengembangan kawasan pertanian dan komoditas unggulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data fisik spasial berupa geologi, penggunaan lahan/tutupan lahan, hidrologi, lereng, ketinggian dari permukaan laut, daerah aliran sungai, status kawasan. Survei tanah meliputi pengumpulan peta-peta relevan, pembuatan peta kerja lapangan, survei dan pengamatan tanah di lapangan pada setiap unit lahan secara representatif. Penilaian kesuburan tanah, analisa sifat kimia dan fisiknya diambil pada kedalaman olah tanah menggunakan metode komposit dan dilakukan analisis laboratorium. Tingkat kesesuaian lahan pada setiap jenis unit lahan menggunakan metode LREP (Land Resource Evaluation and Planning Project) oleh Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor (1994). Hasil penelitian menunjukkan analisis kesesuaian lahan aktual untuk pengembangan calon lokasi pertanian pangan dan hortikultura sebagai komoditas unggulan Kabupaten Buton Selatan adalah untuk tanaman pangan lahan basah seperti padi sawah hanya terdapat di Kecamatan Sampolawa, tanaman pangan lahan kering untuk tanaman jagung, ubi kayu, dan kacang tanah (Kecamatan Sampolawa, Batauga, Kecamatan Lapandewa, Kadatua, dan Kecamatan Siompu Barat), dan untuk tanaman hortikultura adalah tanaman pisang di Kecamatan Batauga, tanaman jeruk (Kecamatan Sampolawa, Kecamatan Batauga, Kecamatan Siompu Barat dan Kecamatan Kadatua), dan tanaman bawang di Kecamatan dan Kecamatan Lapandewa.
Referensi
Alalaf, A. H., Alalam, A. T. S., Agha, B. S., Saleh1, Y. M., Al-Ma’athedi, A. F., Adil, A. M., & Ibrahim, M. M. (2025). Managing Environmental Conditions to Promote the Growth of Citrus Trees Within the Framework of Sustainable Agriculture - Review Article. The Future of Horticulture, 96–107. https://doi.org/10.37229/fsa.fjh.2025.11.25
Feronica, C. V., & Setiawan, A. W. (2023). Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Tanaman Rempah Utama di Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 10(2), 369–379. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2023.010.2.20
Putri, A. (2025). Pemetaan Potensi Komoditas Unggulan Tanaman Pangan Berbasis Ekonomi-Spasial untuk Penguatan Ekonomi Lokal di Kabupaten Wonosobo [Universitas Islam Sultan Agung]. https://repository.unissula.ac.id/44208/
Saidi, B. B., & Suryani, E. (2019). Pewilayahan Komoditas Pertanian Berdasarkan Zona Agroekologi Skala 1:50.000 di Kabupaten Batanghari Jambi. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi, 3(2), 100–112. https://doi.org/10.22437/jiituj.v3i2.8192
Sapriyadi, S., Ambar, A. A., & Toaha, S. (2025). Strategi Pengembangan dan Peningkatan Produksi Sektor Basis pada Tanaman Hortikultura di Kabupaten Sidenreng Rappang. Agrikultura, 36(1), 115–127. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v36i1.57420
Tentua, V. V, Salampessy, H., & Haumahu, J. P. (2017). Kesesuaian Lahan Komoditas Hortikultura di Desa Hative Besar Kecamatan Teluk Ambon. Jurnal Budidaya Pertanian, 13(1), 9–16. https://doi.org/10.30598/jbdp.2017.13.1.9
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Penulis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.