Identifikasi Kandungan Gizi Uwi Asal Wakatobi
DOI:
https://doi.org/10.46891/Kata Kunci:
Wakatobi, Dioscorea alata L., Ifi, Opa, IdentifikasiAbstrak
Salah satu tumbuhan yang potensial karena mengandung nilai gizi yang baik di Kabupaten Wakatobi adalah uwi Dioscorea alata L. dengan nama lokal uwi ifi dan uwi opa ini sudah lama dibudidayakan, namun akhir-akhir ini mulai ditinggalkan karena pola konsumsi pangan masyarakat yang berubah yaitu cenderung beralih pada pangan beras. Untuk melestarikan dan memanfaatkan uwi ini secara optimal maka perlu identifikasi keragaman jenis uwi dan kandungan nilai gizinya.. Data gambaran jenis uwi ini diperoleh melalui pengamatan langsung baik pada bentuk, permukaan kulit, dan tekstur dan warna pada bagian dalam umbi yang dipadukan dengan literatur standar. Pengamatan langsung ada dua yaitu secara langsung pada tumbuhan uwi di lapangan atau pada lahan dan pengamatan di laboratorium. Pengukuran kandungan nilai gizi atau kandungan senyawa kimia dilakukan di laboratorium Biologi FMIPA UHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 jenis uwi di Kabupaten Wakatobi yaitu 16 dari uwi ifi dan 4 dari uwi opa yang teridentifikasi mempunyai bentuk, warna, dan tekstur yang beragam baik uwi ifi maupun opa yaitu umbi berbentuk bulat, silinder, menjari, oval dan bentuk tidak beraturan. Bentuk permukaan umbi yaitu berkeriput, kasar, rata dan seperti berpori. Pada warna kulit dalam umbi dan warna daging umbi yaitu berwarna putih, putih susu, ungu, dan krem. Dari 16 jenis uwi ifi dan 13 parameter yang diukur paling baik pada ifi kadola dengan kandungan karbohidrat (41,74%), glukosa (0,38%), serat kasar (12,39%), protein (3,41%), lemak (0,906%), air (58,81%), abu (4,52%), phosphate (774,36 mg/kg), kalsium (538,09 mg/kg), vitamin C (5,22 mg/kg), vitamin A (0,22 μg/100gram, Vitamin B1 (0,153 mg/kg) , dan besi (5,949 mg/kg). Dari jenis opa yang terbaik adalah jenis opa larantuka dengan kandungan karbohidrat (36,0%), glukosa (0,23%), serat kasar (9,94%), protein (2,90%), lemak (0,713%), air (41,07%), abu (3,34%), phosphate (594,87 mg/kg), kalsium (338,09 mg/kg), vitamin C (8,11 mg/kg), vitamin A (0,38 μg/100gram, Vitamin B1 (0,162 mg/kg) , dan besi (3,795 mg/kg). Dengan demikian kedua jenis uwi yang terdapat di Kabupaten Wakatobi sangat potensial untuk dijadikan sebagai sumber pangan lokal dan nasional sekaligus untuk bahan makan siang bergizi dengan sentuhan olahan yang menarik.Referensi
Ajiid, M. D. S., Wulandari, S., Apriliyanti, F., Alamsyah, F., Fansuri, H., & Mojiono. (2022). Profil Umbi Uwi (Dioscorea spp.) dan Potensi Aplikasi pada Beragam Produk Pangan: Review. Jurnal Agrosains: Karya Kreatif dan Inovatif, 7(1), 36–41. https://doi.org/10.31102/agrosains.2022.7.1.36-41
Anderson, J. R. (1999). Learning and Memory: An Integrated Approach. Wiley.
Budiarjo, T. (2008). Pengaruh Terhadap Penurunan Zat Gizi, Senyawa Fenolik, Antosianin dan Aktivitas Antioksidan Rendah. Magister Gizi Masyarakat Universitas Diponegoro.
Budoyo, S. (2010). Kandungan Karbohidrat dan Pola Pita Isozim pada Varietas Lokal Ubi Kelapa (Dioscorea alata) di Kabupaten Karanganyar [Universitas Sebelas Maret]. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/13182/Kandungan-karbohidrat-dan-pola-pita-isozim-pada-varietas-lokal-ubi-kelapa-Dioscorea-alata-di-Kabupaten-Karanganyar
Ezeocha, C. V., & Ojimelukwe, P. C. (2012). The Impact of Cooking on the Proximate Composition and Anti-nutritional Factors of Water Yam (Dioscorea alata). Journal of Stored Products and Postharvest Research, 3(13), 172–176.
Falentianingrum, O. N., Komarayanti, S., & Herrianto, E. (2019). Identifikasi dan Inventarisasi Tanaman Umbi-Umbian yang Berpotensi Sebagai Sumber Karbohidrat Alternatif di Wilayah Jember Selatan dan Barat. Bioma: Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi, 1.
Hardinsyah, Briawan, D., Retnaningsih, & Herawati, T. (2004). Modul Pelatihan Ketahanan Pangan Analisis Kebutuhan Konsumsi Pangan. PSKPG Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat IPB.
Joseph, G. (2002). Manfaat Serat Makanan bagi Kesehatan. https://www.rudyct.com/PPS702-ipb/04212/godlief_joseph.htm
Lebot, V., Lawac, F., & Legendre, L. (2023). The Greater Yam (Dioscorea alata L.): A Review of Its Phytochemical Content and Potential for Processed Products and Biofortification. Journal of Food Composition and Analysis, 115, 104987. https://doi.org/10.1016/j.jfca.2022.104987
Nadesul, H. (2007). Sehat Itu Murah. Penerbit Buku Kompas.
Njie, D. N., Rumsey, T. R., & Singh, R. P. (1998). Thermal Properties of Cassava, Yam and Platain. Journal of Food Engineering, 37(1), 63–76. https://doi.org/10.1016/S0260-8774(98)00068-5
Silalahi, M., & Samosir, S. H. (2021). Dioscorea alata: Potensinya Sebagai Bahan Pangan Alternatif dan Obat Tradisional. Jurnal Pro-Life, 8(3). https://doi.org/10.33541/jpvol6Iss2pp102
Yalindua, A., Manampiring, N., Waworuntu, F., & Yalindua, F. Y. (2021). Physico-Chemical Exploration of Yam Flour (Dioscorea alata L.) as a Raw Material for Processed Cookies. Journal of Physics: Conference Series, 1968(1), 012004. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1968/1/012004
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Penulis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.