Pengelolaan Persampahan Berbasis Kearifan Lokal Kota Baubau

Penulis

  • Ali Rizky Program Studi Ilmu Hukum Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia Penulis
  • Sahrina Safiuddin Program Studi Ilmu Hukum Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia Penulis
  • Israwati Program Studi Antropologi Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia Penulis

DOI:

https://doi.org/10.46891/

Kata Kunci:

pengelolaan persampahan, kearifan lokal, Kota Baubau

Abstrak

Masyarakat Baubau, seperti banyak masyarakat di Indonesia, memiliki kearifan lokal yang kaya akan nilai-nilai tradisional. Nilai kearifan lokal yang mendasari prinsip kehidupan masyarakat Baubau secara filosofis dikenal melalui beberapa tahap yaitu: (1) Tahap perencanaan, dilakukan melalui penyuluhan terkait upaya peningkatan pemahaman urgensi pengelolaan persampahan.. Dalam hal ini hubungannya dengan perilaku hidup bersih dalam lingkungan masyarakat termasuk juga ajaran dalam Islam bahwa kebersihan sebagian dari iman; (2) Tahap Pelaksanaan nilai-nilai kearifan lokal pada aspek sosial terkandung nilai-nilai luhur yang berlandaskan syariat Islam. Artinya, jabaran di dalamnya mencakup budi pekerti atau akhlakul jariah yang dalam kabanti diberikan istilah budiman. Termasuk juga dalam semboyan masyarakat, “bholimo arata sumanamo karo, bholimo karo sumanamo Lipu, bolimo Liu sumanamo agama” yang artinya ‘Tidak perlu harta yang penting diri selamat, tidak perlu diri yang penting negeri tetap utuh, tidak perlu negeri yang penting agama ditegakkan’; (3) Tahap pengawasan dilakukan untuk memastikan tahap pelaksanaan berjalan sebagaimana yang direncanakan dengan merujuk nilai dan makna dalam Kabanti Oni Wolio dan kabanti Ajonga Inda Malusa banyak mengungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan dalam masyarakat; (4) Tahap evaluasi adalah dengan memberikan penilaian atas keseluruhan kegiatan yang sudah dilakukan dalam seluruh tahapan. Dilakukan dengan bersandar pada falsafah bhinci-bhinciki kuli inilah yang membentuk masyarakat menjadi hidup damai, bekerja sama, tolong menolong, berempati, walaupun masyarakat Buton termasuk masyarakat multietnis.

Diterbitkan

2023-11-30

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Pengelolaan Persampahan Berbasis Kearifan Lokal Kota Baubau. (2023). Kainawa: Jurnal Pembangunan Dan Budaya, 5(2). https://doi.org/10.46891/